Minggu Kasih di GKI Pengharapan, Polda Papua Ajak Masyarakat Bersama Cegah Perundungan Terhadap Anak

oleh -14 Dilihat
banner 468x60

Papua – Polda Papua terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih. Kegiatan tersebut dilaksanakan di GKI Pengharapan Jayapura, Jalan Sam Ratulangi, Kota Jayapura, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas Luhut Jaya Tampubolon, S.I.K., M.K.P., PS Ka Setum Polda Papua Pembina. Febriane Suripatty, S.Si., Pelayan Firman Pdt. Simon Tiert, S.Th., personel Polda Papua, serta jemaat GKI Pengharapan Jayapura.

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Ka SPN Polda Papua menyampaikan pesan kamtibmas kepada jemaat, khususnya mengenai pentingnya mencegah perundungan atau bullying terhadap anak di lingkungan keluarga, sekolah, gereja, maupun masyarakat.

“Perundungan atau bullying merupakan persoalan serius yang dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis, perkembangan mental, serta masa depan anak. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya perundungan,” ujar Kombes Pol. Andreas.

Ia menegaskan, pencegahan perundungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama dari orang tua, keluarga, tokoh agama, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, tindakan seperti mengejek, menghina, mengintimidasi, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan terhadap anak tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau sekadar candaan.

“Hal-hal yang dianggap sebagai candaan oleh sebagian orang dapat menjadi luka psikologis bagi anak yang mengalaminya. Mari kita ciptakan lingkungan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat yang aman, nyaman, penuh kasih, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan,” jelasnya.

Dalam pesan tersebut, Ka SPN juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak, mendengarkan keluhan mereka, memberikan perhatian, serta menanamkan nilai kasih, toleransi, disiplin, dan saling menghargai sejak dini.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan anak yang menjadi korban perundungan menghadapi persoalannya seorang diri. Dukungan, pendampingan, dan pelaporan kepada pihak yang berwenang diperlukan apabila situasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Polri juga mengingatkan masyarakat bahwa layanan Call Center 110 dapat dimanfaatkan untuk melaporkan kejadian atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk tindakan kekerasan maupun perundungan yang membutuhkan penanganan kepolisian. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

“Kami dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Papua, senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua yang sehat secara fisik dan mental, memiliki karakter yang baik, berpendidikan, serta mampu hidup berdampingan dalam suasana damai dan saling menghormati.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus yang kelak akan menjadi pemimpin, pelayan masyarakat, serta penggerak pembangunan di Tanah Papua dan Indonesia. Karena itu, mari kita hentikan perundungan, tanamkan kasih, bangun kepedulian, dan lindungi anak-anak kita demi masa depan Papua yang lebih baik,” tuturnya.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polda Papua berharap komunikasi dan sinergi antara Polri, tokoh agama, keluarga, serta masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak di Tanah Papua.(fr)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.