Wakapolda Papua Buka Pembinaan Pencegahan Radikalisme, Tekankan Toleransi dan Penguatan Ideologi Pancasila

oleh -7 Dilihat
banner 468x60

Papua – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., membuka kegiatan Pembinaan Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi bagi Pegawai Negeri pada Polri di lingkungan Polda Papua Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Ballroom Lantai 10 Hotel Mercure Jayapura, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan personel Polri terhadap bahaya radikalisme dan intoleransi, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga ideologi Pancasila, persatuan bangsa, serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

banner 336x280

Kegiatan ini dihadiri Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Papua, pejabat fungsi SDM dan Binmas dari Polresta Jayapura Kota, Polres Jayapura, dan Polres Keerom, serta perwakilan Bhabinkamtibmas.

Sedangkan untuk Pembinaan menghadirkan tiga narasumber, yakni Sekretaris FKUB Provinsi Papua Drs. T.H. Pasaribu, M.Si., Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Papua, Pembina Tk. I Octavianus Djaja Sanda, S.H., M.H., serta Kasatgaswil Papua Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Kurnia Hadi, S.H., S.I.K., M.H., MPP.

Dalam sambutannya, Wakapolda Papua mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Wakapolda menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan ruang digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai kebinekaan.

“Setiap personel Polri harus memiliki pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda, berita bohong, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada radikalisme dan kekerasan,” tegas Wakapolda.

Menurutnya, perbedaan pandangan, keyakinan, dan pendapat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang demokratis.

Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan kebencian, diskriminasi, pemaksaan kehendak, ataupun tindakan kekerasan yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Brigjen Muhajir juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan, khususnya di Tanah Papua yang memiliki keberagaman suku, agama, adat istiadat, bahasa, dan latar belakang sosial.

Keberagaman tersebut harus dipelihara sebagai kekayaan bersama, bukan dimanfaatkan untuk memunculkan permusuhan maupun konflik di tengah masyarakat.

“Toleransi berarti kita mampu menghormati perbedaan, memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain,” katanya.

Lebih lanjut, Wakapolda Papua mengingatkan seluruh personel agar menjadikan nilai-nilai Pancasila, Tribrata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga meminta personel menjaga netralitas, profesionalisme, dan integritas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi. U

paya pencegahan radikalisme dan intoleransi, lanjutnya, harus dilaksanakan secara proporsional, profesional, dan berdasarkan hukum, dengan mengedepankan fakta serta indikator perilaku yang relevan tanpa memberikan stigma atau diskriminasi berdasarkan agama, suku, maupun perbedaan pandangan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut menekankan pentingnya sinergi Polri dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah untuk mencegah potensi konflik sejak dini.

Secara khusus, ia meminta personel fungsi Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, pembinaan, penyuluhan, serta komunikasi dengan masyarakat agar kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

“Dengarkan aspirasi masyarakat, bangun komunikasi yang terbuka, serta dorong penyelesaian permasalahan secara damai sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Polda Papua berharap seluruh personel semakin memahami langkah-langkah pencegahan radikalisme dan intoleransi serta mampu menerapkan nilai toleransi, kebinekaan, dan semangat kebangsaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dengan penguatan pemahaman dan kerja sama lintas elemen, personel Polri diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.