Papua – Wakapolda Papua Brigjen Pol Muhajir, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah perundungan (bullying) terhadap anak dan remaja melalui kegiatan Quick Wins 1.7 Subuh Keliling (Suling) yang dilaksanakan di Masjid Nurul Amin, Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., pengurus takmir, serta jemaah Masjid Nurul Amin.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua menekankan pentingnya kepedulian keluarga dan lingkungan dalam mencegah perilaku perundungan, sekaligus mendorong masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Wakapolda Papua juga mengajak masyarakat untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak dan remaja, meningkatkan pengawasan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati agar tindakan perundungan dapat dicegah sejak dini.
“Perundungan bukan persoalan sepele karena dapat berdampak terhadap perkembangan mental, kepercayaan diri, dan kehidupan sosial anak,” ucapnya.
“Oleh karena itu, kita semua harus memiliki kepedulian dan tidak boleh menganggap tindakan perundungan sebagai sesuatu yang biasa,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya menghormati perbedaan dan memperlakukan sesama dengan baik.
“Orang tua harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita, termasuk ketika mereka mengalami intimidasi atau perundungan,” kata Wakapolda.
Menurutnya, upaya pencegahan perundungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah atau aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, hingga lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan perundungan, khususnya terhadap anak dan remaja,” tutupnya.
Selain memberikan edukasi, kegiatan Subuh Keliling juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengarkan secara langsung tanggapan, masukan, dan aspirasi masyarakat terkait situasi kamtibmas di wilayah Jayapura Utara.
Program Subuh Keliling merupakan salah satu upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, komunikasi langsung, dan penyampaian pesan kamtibmas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.(rd)












