Tokoh Islam Papua Pegunungan Soroti Bupati Jayawijaya Serta Wakil Bupati: Dana Hibah dan Paket Pekerjaan Harus Dibagi Rata Demi Pembangunan kab. Jayawijaya

oleh -15 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, 5 November 2026 – Aspirasi masyarakat Kabupaten Jayawijaya terkait pembagian kekuasaan antara Bupati jayawijaya dan Wakil Bupati kembali mengemuka. Hal ini disampaikan oleh ustadz ismail asso tokoh isalam papua pegunungan yang menilai pembagian yang tidak proporsional akan berdampak langsung pada sasaran pembangunan masyarakat.

Menurutnya, dana Otonomi Khusus yang turun dari pusat saat ini terkesan hanya melalui satu pintu. Termasuk dana hibah dan dana-dana lain yang seharusnya didistribusikan bersama oleh kedua pemimpin, yakni Bupati dan Wakil Bupati, namun kenyataannya hanya dikelola oleh satu pihak.

banner 336x280

Usatdz Ismail menyebut, Bupati cenderung menguasai dana hibah sebesar Rp 14 miliar, sementara Wakil Bupati hanya Rp 1 miliar. Kondisi tersebut dinilai tidak proporsional dan tidak adil.

“Saya sarankan ke depan harus diratakan. mungkin Bupati 8 miliar, Wakil Bupati enam miliar, atau tujuh miliar. Seputar itu, yang penting diratakan,” ujarnya.

Selain dana hibah, ustadz ismail juga menyoroti pembagian paket pekerjaan di Kabupaten Jayawijaya.

Ismail mengingatkan, sesuai aturan KPU, seseorang bisa menjadi Bupati karena dukungan kursi di DPR, dan kursi tersebut berasal dari Partai Demokrat yang dalam hal ini ketuanya adalah Wakil Bupati,

“Pada saat kampanye, banyak pengusaha yang mendanai kegiatan kampanye. Ada jasa kontribusi yang harus dibalas saat beliau-beliau sudah duduk menjadi pemimpin. Itu harusnya dibagi, bukan hanya dikuasai satu pintu oleh satu pihak. Harus dibagi dua antara bupati dan wakil bupati,” tegasnya.

Pengangkatan di OPD Perhatikan Wilayah Adat, Informasi di masyarakat yang disampaikan adalah terkait pengangkatan Kepala Seksi dan Kepala Bidang di OPD atau di kantor-kantor pemerintahan kabupaten jayawijaya.

Ia menegaskan, pengangkatan tersebut harus memperhatikan wilayah adat. Ia menyebut Bupati berasal dari satu wilayah adat yang sama, mulai dari Welesi hingga Megapura hingga Asolokobal, yang merupakan wilayah adat budaya orang tua dan leluhurnya bupati dan ustadz ismail.

Ia mengingatkan, Bupati jayawijya pada masa pedukung termasuk orang tuanya ismail, almarhum Sakinus Asso, hingga menjadi Dandim, kemudian didukung kembali untuk menjadi Bupati Jayawijaya.

“Karena itu, dalam pengangkatan pejabat, harus perhatikan wilayah adat dan pembagian yang adil. Jangan sampai hanya satu pihak yang diuntungkan,” pungkasnya. (rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.