Ramses Wally Tegaskan Isu Gubernur Dukung Calon Ketua Dewan Adat Tabi Tidak Benar

oleh -30 Dilihat
banner 468x60

Papua – Tokoh masyarakat adat Tabi, Ramses Wally, membantah isu yang menyebutkan Gubernur Papua mendukung salah satu calon Ketua Dewan Adat Tabi. Ia menilai informasi tersebut tidak benar dan berpotensi merusak nama baik Gubernur Papua.

Bantahan tersebut disampaikan Ramses Wally saat memberikan keterangan di salah satu kafe di Sentani, Kabupaten Jayapura. Ia menegaskan bahwa pemilihan Ketua Dewan Adat Tabi seharusnya berlangsung sesuai mekanisme dan aturan adat, tanpa intervensi pihak mana pun.

banner 336x280

“Isu tentang Gubernur menyiapkan orang untuk mendukung seseorang menjadi Ketua Adat Tabi, saya rasa itu isu yang tidak benar. Isu ini justru merusak nama baik Bapak Gubernur yang harus kita jaga bersama,” ujar Ramses.

Menurut Ramses, Gubernur Papua merupakan bagian dari masyarakat adat Tabi dan tidak seharusnya mencampuri proses pemilihan pemimpin lembaga adat.

Ia menekankan bahwa penentuan Ketua Dewan Adat Tabi harus berlandaskan ketentuan adat yang berlaku, bukan karena penunjukan atau kepentingan pihak tertentu.Ia juga menyoroti adanya dugaan pihak-pihak tertentu yang membawa nama Gubernur untuk mendukung calon tertentu.

Ramses meminta agar praktik tersebut dihentikan demi menjaga kehormatan lembaga adat dan mencegah munculnya persoalan di tengah masyarakat.

“Karena ini adalah pemilihan untuk organisasi adat, maka harus berjalan berdasarkan aturan adat. Jangan dikotori dengan kepentingan pribadi dan kelompok, lalu dibawa dalam kepentingan adat,” tegasnya.

Ramses turut mengingatkan bahwa proses pemilihan pemimpin adat perlu dijalankan secara tertib dengan mengedepankan nilai-nilai adat, kebersamaan, dan penghormatan terhadap mekanisme yang telah disepakati.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman atau memperkeruh hubungan antarkelompok masyarakat adat.

Menurutnya, penghormatan terhadap aturan adat dan penghindaran kepentingan pribadi menjadi hal penting agar proses pemilihan Ketua Dewan Adat Tabi berjalan dengan baik serta tetap menjaga persatuan masyarakat adat di Papua.

Dengan demikian, seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan komunikasi yang baik dan menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga dinamika organisasi adat tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.