Papua – Polda Papua mengikuti kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Polri Tahun Anggaran 2025 serta Grand Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja Terinci dan Pemeriksaan Kepatuhan Semester II Tahun 2026 melalui video conference (Vicon), yang berlangsung di Aula Cenderawasih Polda Papua Lama, Rabu (16/09/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua, di antaranya Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., Dir Pamobvit Kombes Pol. Arief Kurniawan, S.I.K., Dir Binmas Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., Dir Samapta Kombes Pol. Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K., Dir Lantas Kombes Pol. Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., serta Dansat Brimob Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.
Turut hadir Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabid TIK Kombes Pol. I Ketut Suarnaya, S.H., S.I.K., Kabid Keu Kombes Pol. Herry Purwanto, S.H., S.I.K., M.I.K., Kabiddokkes Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian, M.Kes., M.H., CPM., dan Kabid Labfor AKBP Dr. I Gede Suhartawan, S.Si., M.Si.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Dedy Prasetyo menyampaikan bahwa Polri terus melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan sumber daya organisasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses audit dan pengelolaan keuangan.
Salah satunya melalui Audit Presisi yang dikembangkan untuk mendukung proses audit agar lebih cepat dan terintegrasi, sekaligus memudahkan pemantauan serta tindak lanjut terhadap setiap temuan. Selain itu, Polri juga mengembangkan Pusuk Presisi sebagai bagian dari digitalisasi penyusunan laporan keuangan sehingga proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban anggaran dapat dipantau dan diverifikasi secara lebih adaptif.
“Pemanfaatan kedua aplikasi tersebut merupakan bagian dari semangat transformasi Polri yang sekaligus mendukung penguatan tata kelola menuju Government 4.0,” ujar Wakapolri dalam sambutannya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi, integrasi data, pengelolaan risiko, penguatan pengendalian internal serta pengambilan keputusan berbasis data diharapkan dapat mendorong pola kerja yang lebih efektif, transparan dan adaptif.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai upaya dan inovasi tersebut turut mendukung capaian Polri dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan selama 13 tahun berturut-turut, sejak 2013 hingga 2025.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat sistem pengawasan, serta memastikan seluruh sumber daya organisasi dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakapolri juga meminta seluruh Kasatker dan Kasatwil yang menjadi objek pemeriksaan agar memberikan dukungan penuh kepada tim pemeriksa BPK RI, membangun komunikasi dan koordinasi secara efektif, serta menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan secara sungguh-sungguh.
“Pastikan setiap hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk memperbaiki akar masalah, memperkuat pengendalian internal, menjaga integritas, serta mengelola anggaran dan aset negara secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemeriksaan diharapkan dapat berjalan secara profesional dan konstruktif serta menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya menunjukkan hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi Polri dalam membangun tata kelola yang semakin modern, transparan dan akuntabel.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua berkomitmen mendukung upaya Polri dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan dan pengawasan internal sebagai bagian dari pelaksanaan tugas yang transparan, akuntabel dan bertanggung jawab.(FR)


























