Ondoafi Bagaiserwar Imbau Masyarakat Tak Jadi Penggerak Penolakan Program MBG

oleh -7 Dilihat
banner 468x60

Papua – Ondoafi Kampung Bagaiserwar, Kaleb Sawen, mengimbau masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sarmi agar tidak menjadi penggerak aksi penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Imbauan tersebut disampaikan Kaleb dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang berlangsung di Kampung Bagaiserwar 2, Distrik Sarmi, Selasa (22/9/2026).

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, Kaleb mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sarmi.

Menurutnya, setiap persoalan atau kendala dalam pelaksanaan Program MBG sebaiknya disampaikan melalui mekanisme dialog dan komunikasi dengan pihak terkait sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

“Terkait dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), saya mengimbau kepada masyarakat maupun organisasi lainnya agar tidak menjadi penggerak kegiatan penolakan yang dapat menimbulkan keresahan, mengganggu aktivitas masyarakat maupun menghambat pelaksanaan program yang ditujukan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat,” ujar Kaleb.

Kaleb menegaskan, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian aspirasi tersebut diharapkan dilakukan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab serta tidak disertai tindakan provokatif.

“Penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan secara damai, tertib dan bertanggung jawab serta tidak disertai tindakan provokatif,” katanya.

Ia juga mengajak kepala suku, ondoafi, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial.

Menurut Kaleb, perbedaan pandangan terhadap suatu program tidak seharusnya berkembang menjadi konflik sosial. Kepentingan anak-anak dan masyarakat, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama, sedangkan berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Kaleb juga mengaitkan pentingnya menjaga situasi keamanan dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban yang terjaga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi, pendidikan, serta berbagai kegiatan pembangunan dengan baik.

Dalam momentum Hari Tani Nasional, ia mengajak masyarakat memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Kaleb kembali mengimbau masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sarmi agar tidak melakukan tindakan provokatif atau menjadi penggerak penolakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Mari menyampaikan setiap aspirasi secara damai, tertib dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan masa depan generasi Papua,” pungkasnya.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.