Kapolda Papua Tekankan Program 100 Hari Kapolri Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

oleh -12 Dilihat
banner 468x60

Papua – Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan Program Prioritas 100 Hari Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan kualitas pelayanan Kepolisian yang profesional, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Papua saat memberikan arahan dalam kegiatan koordinasi pelaksanaan Program Prioritas 100 Hari Kapolri melalui Zoom Meeting di Aula Rupatama Mapolda Papua, Kota Jayapura, Sabtu (17/10/2026).

banner 336x280

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Papua, Kapolres/ta jajaran, serta operator program dari tingkat Polda hingga Polres dan Polsek.

Dalam arahannya, Kapolda Papua meminta seluruh jajaran memastikan setiap program dilaksanakan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan, mulai dari kegiatan di lapangan, penginputan data pada dashboard Polisi Bersama Masyarakat (PBM), hingga analisis dan evaluasi untuk mengukur capaian program.

Kapolda menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup dinilai dari jumlah kegiatan maupun kelengkapan administrasi, tetapi harus terlihat dari perubahan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Karena itu, setiap satuan diminta menentukan sasaran yang tepat dan memastikan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ucap Kapolda.

Evaluasi pelaksanaan program pada hari ke-30, ke-60, dan ke-100 juga harus memperhatikan tanggapan masyarakat yang menerima pelayanan. Penilaian tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana program memberikan perubahan nyata, termasuk pada pelayanan penanganan perkara pidana, lalu lintas, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), identifikasi, dan layanan kepolisian lainnya.

“Untuk seluruh jajaran memperkuat koordinasi antarsatuan fungsi agar tidak terjadi tumpang tindih tugas maupun saling melempar tanggung jawab,” ungkapnya.

“Seluruh personel diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan program dan menjalankan perannya secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolda Papua meminta para Kapolres dan pejabat terkait segera menindaklanjuti arahan pimpinan melalui langkah konkret sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

Wakapolda turut mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, maupun kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pelaksanaan program.

“Setiap kendala harus dicarikan solusi melalui koordinasi dan optimalisasi sumber daya yang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Melalui arahan tersebut, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk menjalankan Program Prioritas 100 Hari Kapolri yang mencakup delapan program Quick Wins, 41 kegiatan pengungkit, dan 165 rencana aksi secara terarah dan bertanggung jawab.

Polda Papua berharap seluruh jajaran menjadikan program Polisi Bersama Masyarakat sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua.(wd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.