Border Trade Fair 2026 Resmi Ditutup, Polda Papua Dukung Penguatan Ekonomi dan Kerja Sama Perbatasan Indonesia – PNG

oleh -68 Dilihat
banner 468x60

Papua – Kegiatan Border Trade Fair (BTF) 2026 resmi ditutup pada Sabtu (10/10/2026) sore di kawasan Perbatasan Skouw, Kota Jayapura, Papua.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Papua Nugini (PNG), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan kerja sama perdagangan lintas batas.

banner 336x280

Penutupan kegiatan dihadiri Dirresnarkoba Polda Papua Kombes Pol. Alfian, S.I.K., M.Si., Dirbinmas Polda Papua Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., Kepala Kampung Skouw Mabo Hanok R. Mallo, serta unsur Forkopimda terkait.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus penutupan resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., MSocSc.,

Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Papua menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Indonesia dan Papua Nugini yang berpartisipasi selama tiga hari pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, BTF memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sarana mempererat hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang perdagangan, kerja sama ekonomi, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“BTF tidak boleh berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dikembangkan, baik dari segi kualitas penyelenggaraan maupun skala partisipasinya. Saya juga menyambut baik rencana pelaksanaan BTF tahun depan di Vanimo, Papua Nugini,” ujar Suzana D. Wanggai.

Ia menjelaskan bahwa rencana pelaksanaan kegiatan berikutnya memerlukan koordinasi dan perencanaan bersama antara Indonesia dan Papua Nugini. Pembentukan joint committee atau panitia bersama diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan kedua negara sehingga penyelenggaraan BTF mendatang lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Sekda Papua menekankan bahwa BTF tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha, dan pemangku kepentingan dari kedua negara. Melalui kegiatan tersebut, produk unggulan dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Menurutnya, kawasan perbatasan harus dipandang sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas, memperluas interaksi masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang usaha baru.

“Kawasan perbatasan harus kita pandang bukan sekadar sebagai garis pemisah wilayah negara, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas, memperluas interaksi masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang usaha baru,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Papua Nugini, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, pelaku UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Papua Kombes Pol. Alfian, S.I.K., M.Si., dalam testimoninya menyampaikan bahwa BTF 2026 memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang usaha, memasarkan produk lokal, dan meningkatkan aktivitas perekonomian di kawasan perbatasan.

“Kami menilai kegiatan Border Trade Fair 2026 sangat bermanfaat dan patut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Papua Nugini, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM serta membangkitkan perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan,” ungkap Kombes Pol. Alfian.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa BTF menjadi ruang positif bagi pelaku usaha untuk memperoleh kesempatan berdagang dan meningkatkan pendapatan. Selain berdampak pada sektor ekonomi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana rekreasi, interaksi sosial, dan penguatan kebersamaan masyarakat.

Dirresnarkoba Polda Papua juga menyambut baik harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk rencana penyelenggaraan BTF berikutnya di Vanimo, Papua Nugini. Langkah tersebut dinilai berpotensi memperluas kerja sama perdagangan, pemberdayaan UMKM, serta hubungan sosial dan budaya antara kedua negara.

Dari sisi keamanan, ia menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI-Polri, khususnya personel yang bertugas di kawasan perbatasan, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dukungan pengamanan tersebut menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha dari kedua negara dapat beraktivitas dengan nyaman.

Polda Papua mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di kawasan perbatasan sebagai salah satu unsur penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perdagangan lintas negara. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk mendukung pengembangan ekonomi serta mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Papua Nugini.

Melalui penyelenggaraan BTF, diharapkan kawasan perbatasan Skouw tidak hanya menjadi pintu penghubung kedua negara, tetapi juga berkembang sebagai ruang kerja sama ekonomi yang produktif, sekaligus memperkuat persaudaraan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Papua Nugini.(fr)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.