Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Warga Sipil, Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

oleh -6 Dilihat
banner 468x60

Papua – Sejumlah tokoh adat Papua menyampaikan keprihatinan atas aksi penembakan terhadap warga sipil di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. Mereka menolak kekerasan terhadap masyarakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Tanah Papua.

Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengecam aksi penembakan yang menyebabkan tiga warga sipil menjadi korban. Menurutnya, masyarakat sipil seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

banner 336x280

“Kami mengutuk aksi penembakan tersebut karena tidak manusiawi. Aparat pemerintah hadir di Papua untuk membantu masyarakat melalui program-program pemerintah yang dibawa,” ujar Nikodemus sebagaimana diberitakan.

Ia juga mengajak para tokoh adat untuk mengambil peran dalam menjaga hubungan yang baik antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, tokoh adat memiliki posisi penting dalam membantu menciptakan situasi keamanan yang kondusif di lingkungan masyarakat.

Senada dengan itu, Ondoafi Kampung Kwadeware, Nikson Marweri, menyayangkan terjadinya penembakan terhadap warga sipil. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menciptakan situasi yang tetap kondusif.

Nikson juga meminta kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang membutuhkan penguatan pengamanan. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai, Bernard Pekei, mengimbau masyarakat adat di wilayahnya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang berasal dari luar daerah.

Para tokoh adat tersebut pada intinya mendorong masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi tindakan kekerasan terhadap warga sipil. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga ketertiban, dan menyelesaikan persoalan melalui cara-cara yang damai serta sesuai dengan hukum dan nilai-nilai adat.

Upaya menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah, dan aparat keamanan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.